Tata Cara Pemilih Mencoblos Di Tps Ketika Pilkada 2020 Tangkal Covid-19

tirto.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 akan digelar pada 270 wilayah yang meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Bagi pemilih yg hendak mencoblos, terdapat tata cara yang bisa dilakukan demi mencegah penularan COVID-19.

Berdasarkan data Satgas Penanangan COVID-19 sampai 29 November 2020, pada 1 minggu terakhir terjadi kenaikan masalah positif virus Corona sampai 19,8 persen. Terdapat 22 provinsi yg mengalami kenaikan masalah, menggunakan Jawa Tengah tertinggi (93,5 persen) dari 3.937 perkara pada pekan kemudian jadi 7.617 perkara pekan ini.

Sementara itu, angka kematian pekan ini pula mengalami kenaikan 35,6 persen (860 kematian dalam seminggu). Jawa Tengah sebagai provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi sebanyak 139,0 persen, dari 82 tewas jadi 196 tewas.

Jumlah kematian lantaran dampak COVID-19 di Indonesia mencapai 16.815 orang (3,15 %) atau pada atas rata-homogen dunia (2,33 %). Angka kesembuhan mencapai 445.793 orang (83,44 persen) yg pada atas homogen-homogen global (83,44 persen).

Dalam situasi pandemi COVID-19, pilkada pada berbagai daerah permanen dilakukan. Terkait hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota & Wakil Walikota Serentak Lanjutan pada Kondisi Bencana nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yg diubah beberapa kali, terakhir dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Dalam Pasal lima PKPU Nomor 6 Tahun 2020 disebutkan, “Pemilihan Serentak Lanjutan dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara Pemilihan, peserta Pemilihan, Pemilih, & semua pihak yang terlibat pada penyelenggaraan Pemilihan”.

Berkaitan dengan pemilih, tahapan yang akan dilewati merupakan mendapatkan surat pemberitahuan untuk menentukan pada TPS dalam 30 November sampai 8 Desember 2020, dilanjutkan dengan memilih pada TPS yg dimaksud pada Rabu, 9 Desember 2020.

Tata Cara Pencoblosan di TPS dalam Pilkada 2020

Pada hari pemilihan, tata cara yg bisa dilakukan sang pemilih sembari permanen mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 adalah menjadi berikut.

Pertama, pemilih mempersiapkan indera dan barang yang dibawa ke TPS.

Untuk pemilih yang tercantum pada DPT (Daftar Pemilih Tetap, yg dibawa merupakan Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara pada Pemilih.Untuk pemilih yg tercantum dalam DPPh (Daftar Pemilih Pindahan), yang dibawa merupakan KTP-el/Surat Keterangan dan formulir Model A5.

Untuk pemilih yg sudah memenuhi syarat (telah 17 tahun atau sudah menikah), tetapi nir tercantum pada DPT, yg dibawa merupakan KTP-el atau Surat Keterangan. Ia akan masuk ke pada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Pemilih ini datang dalam pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.

Selain itu, pemilih hendaknya membawa pulpen sendiri buat tanda tangan dalam daftar hadir yang disediakan KPPS. Memang, KPPS menyediakan pulpen buat indikasi tangan. Tetapi, mengingat ada potensi penularan COVID-19 jika pulpen digunakan bergantian, maka membawa pulpen pribadi bisa jadi solusi.

Kedua, pemilih tiba pada TPS sesuai dengan jam yang dicantumkan pada Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara kepada Pemilih.

Berbeda menggunakan pemilihan umum terdahulu, waktu pemilih dapat datang kapan saja ke TPS pada merupakan ketika pemungutan suara (pukul 07.00 WIB/WITA/WIT sampai 13.00 WIB/WITA/WIT), kali ini pemilih hadir menyesuaikan dengan saat kehadiran pemilih yg tercantum dalam surat pemberitahuan.

Kepatuhan pemilih terhadap saat kehadiran pemilih ini krusial lantaran pada sebuah TPS maksimalmasih ada 500 pemilih. Untuk mencegah kerumunan yang akan berpotensi menjadi loka penularan COVID-19, waktu kehadiran 500 pemilih itu diatur dan dibagi sang KPPS.

Misalnya, pemilih urutan 1 hingga 50 datang pukul 07.00 WIB hingga 07.59 WIB, sedangkan pemilih urutan 51 sampai 100 dalam pukul 08.01 WIB sampai 09.00 WIB.

Kedua, ketika datang ke TPS, apabila terjadi antrean, pemilih antre menggunakan memperhatikan jarak kondusif (1 meter).

Ketiga, sebelum memasuki TPS, pemilih akan diimbau oleh petugas ketertiban (linmas) buat mencuci tangan. Pemilih yg nir menggunakan masker akan diberi masker sekali gunakan. Namun, lebih baik apabila pemilih membawa masker sendiri, mematuhi protokol kesehatan 3M.

Keempat, setelah cuci tangan, pemilih akan dicek suhu badannya terlebih dahulu oleh petugas ketertiban (linmas) menggunakan thermogun. apabila suhu badan pemilih melebihi 37,tiga derajat Celcius, maka pemilih tersebut dipersilakan buat istirahat beberapa saat, selanjutnya dicek pulang. Jika suhu badan permanen tinggi, maka pemilih dipersilakan buat memakai bilik pemilihan spesifik, yg letaknya di luar TPS.

apabila subu badan pemilih pada bawah 37,tiga derajat Celcius, ia dapat masuk ke TPS & menyerahkan surat memperlihatkan Surat Pemberitahuan serta KTP-el pada KPPS-4 dan mengisi formulir daftar hadir. Pemilih kemudian mendapatkan sarung tangan plastik menurut Petugas KPPS-4.

Kelima, pemilih menggunakan sarung tangan & menunggu giliran dipanggil dengan duduk di kursi yang disediakan sambil tetap menjaga jarak. Dalam TPS dengan ukuran 8 x 10 meter, hanya disediakan aporisma 9 kursi.

Keenam, pemilih merogoh surat bunyi sesudah dipanggil namanya oleh Ketua KPPS. Pemilih kemudian memeriksa kondisi surat suara, apakah rusak atau tidak, sebelum ke bilik bunyi.

Ketujuh, pemilih memakai hak pilih dengan cara mencoblos gunakan indera coblos yang disediakan (paku) sekali pada kolom yang berisi angka urut, pas foto, dan nama pasangan calon.

Kedelapan, pemilih memasukkan surat bunyi ke pada kotak menggunakan dipandu oleh KPPS 6.

Kesembilan, pemilih membuka sarung tangan, membuangnya ke loka sampah yg disediakan di dekat KPPS 7.

Kesepuluh, pemilih ditandai dengan cara jarinya (pada bagian kuku) ditetesi tinta oleh KPPS 7. Dengan jalan ini, pemilih sudah absah memilih & nir diperkenankan memilih lagi pada TPS lain.

Kesebelas, pemilih harus cuci tangan di loka yang disediakan, yg terletak di luar pintu keluar TPS.

Keduabelas, pemilih yg telah selesai memakai hak pilih diimbau segera meninggalkan TPS dan nir berkerumun di area TPS.

Untuk menghadapi pandemi COVID-19, pemerintah & masyarakat mesti bersinergi. Pemerintah berjuang menggunakan menerapkan 3T (testing, tracing, dan treatment). Testing merupakan pemeriksaan dini supaya orang yang terkonfirmasi COVID-19 memperoleh perawatan secepat mungkin.

Tracing atau pelacakan hubungan dilakukan terhadap hubungan-kontak terdekat pasien positif COVID-19. Terakhir,treatment atau perawatan dilakukan jika seseorang positif COVID-19, baik yang menggunakan gejala maupun nir bergejala.

Sementara itu, wargatidak boleh lupa selalu #ingatpesanibu & menerapkan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 dtk, serta menjaga jarak & menghindari kerumunan.

Artikel ini diterbitkan atas kolaborasi Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis: Fitra FirdausEditor: Agung DH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *